Pengobatan China Mampu Mengobati Virus Corona, fakta atau mitos?
Virus Corona nCoV-2019 dan Metode Pengobatan Tiongkok

Perawatan Alternatif Virus Corona: Apakah Pengobatan Tradisional China dan Herbal Efektif?

Posted on

Sebagaimana diketahui bahwa dalam 3 bulan terakhir, virus corona sudah menjadi pandemi yang menyebar hampir di seluruh belahan dunia. Setiap orang memiliki tingkat kewaspadaan yang berbeda-beda dalam menghadapi serangan yang disebut dengan nCov-2019 ini. Namun apakah pengobatan tradisional China dan Herbal efektif untuk menangkalnya? Yuk simak tulisan pada artikel ini.

Praktik kuno tertentu dan jamu tidaklah menjadi sesuatu yang asing bagi kita, terutama masyarakat Indonesia. Pemerintah Tiongkok dan praktisi pengobatan tradisional China mengklaim bahwa kedua hal tersebut bisa membantu melindungi seseorang terhadap virus corona COVID-19.

Namun, klaim tersebut belum disertai bukti ilmiah yang cukup, khususnya yang terkait dengan penanganan penyakit yang disebabkan oleh virus ini. Meskipun begitu, terdapat beberapa jurnal yang menjadi pendukung atas model perawatan dan pengobatan tersebut.

Sejumlah suplemen dan herbal yang tercantum dalam Chinese Journal of Integrative Medicine disarankan untuk mengobati dan mencegah virus corona, antara lain:

  • Radix astragali (Huangqi),
  • Radix glycyrrhizae (Gancao),
  • Radix saposhnikoviae (Fangfeng),
  • Rhizoma Atractylodis Macrocephalae (Baizhu),
  • Lonicerae Japonicae Flos (Jinyinhua), and
  • Fructus forsythia (Lianqiao)

Qingfei paidu soup sempat diterbitkan dalam artikel kantor berita Xinhua di China, yang terbuat dari ephedra, akar licorice yang sering digunakan disamping bahan-bahan lainnya.

Ramuan di atas menurut seorang direktur di rumah sakit TCM menyatakan kepada wartawan bahwa efektif dalam mengobati gejala yang dialami oleh ratusan pasien COVID-19. Namun, klaim tersebut masih belum diverifikasi oleh para peneliti atau wartawan berita di luar China.

Sejumlah dokter menyampaikan model-model pengobatan alternatif seperti Pengobatan Tradisional China atau TCM mungkin tidak menimbulkan rasa sakit, namun ini harus diikuti dengan sejumlah protokol perawatan yang memiliki bukti untuk kondisi Anda dan rutin menginformasikan kepada dokter dengan segala hal yang Anda gunakan.

Jika model pengobatan Tiongkok membuat gejala penyakit Anda terasa lebih baik dan Anda tidak berkeberatan dalam hal financial selama proses dan perawatannya, beberapa perawatan TCM mungkin menjadi sesuatu yang baik.

Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat memperingatkan bahwa tidak hanya manfaat perawatan yang diklaim tidak dapat disimpulkan, namun juga untuk mewaspadai akan adanya produk herbal dan suplemen TCM yang bisa dipalsukan dengan pestisida, bahan kimia industri, obat-obatan dan bahan herbal lain yang memiliki kesalahan label.

NIH menyebutkan bahwa penelitian yang dilakukan terhadap produk herbal China yang digunakan dalam pengobatan Tiongkok tradisional untuk sejumlah kondisi medis mempunyai hasil yang beragam. Sejumlah penelitian yang dilakukan juga mempunyai kualitas riset yang buruk, sehingga kesimpulan yang didapatkan dipertanyakan keefektivitasannya.

Disamping itu, beberapa ahli kesehatan masyarakat selama bertahun-tahun juga telah memperingatkan bahwa dorongan propaganda pemerintah China dalam hal mempromosikan pengobatan tradisional Tiongkok disinyalir dapat membuat wabah menjadi lebih buruk. Statemen-statemen tersebut menjadi lebih mendesak mengingat pandemi virus Corona sudah menyebar di berbagai belahan benua.

Apakah Pengobatan Tradisional China (TCM) Bekerja Efektif untuk Mengatasi Virus Corona?

National Institute of Health (NIH) di Amerika Serikat menyebutkan bahwa, meskipun sejumlah praktik pengobatan tradisional China tradisional telah menunjukkan beberapa manfaat dalam menghilangkan gejala untuk berbagai kondisi, banyak bukti dalam hal efektivitas praktik yang tidak dapat disimpulkan secara ilmiah.

Bahkan riset yang menunjukkan manfaat nyata menggambarkan perbaikan pada margin (seperti batuk berdurasi lebih pendek dan hidung yang tidak berair), peningkatan ini tidak dapat sepenuhnya dianggap berasal dari praktik TCM, kebanyakan studi hanya menunjukkan korelasi positif.

Secara umum, TCM sangat penting untuk menghilangkan gejala pasien yang mengalami efek positif dari ramuan China, akupuntur, dan praktik tradisional lainnya. Namun secara khusus terkait virus corona, ketika terdapat sesuatu yang datang untuk menyerang organisme yang menyebabkan penyakit, bagaimanapun, tidak ada bukti bahwa kombinasi herbal akan menyebabkan COVID-19 atau bahkan mengurangi gejala.

Terdapat ebuah makalah yang diserahkan kepada Jurnal Pengobatan Integratif China yang menyebutkan kemampuan TCM untuk mencegah dan mengobati nCoV-2019 dianggap spekulatif. Makalah tersebut didasarkan pada studi TCM lain dari wabah yang sudah ada sebelumnya, yaitu SARS 2003 yang merupakan sindrom pernapasan akut berat dan studi terkait tingkat efektifnya terhadap influenza H1N1.

Disebutkan dalam American Journal of Chinese Medicine bahwa terapi herbal termasuk pengendalian herbal yang lebih baik, pembersihan infeksi dada yang lebih cepat, konsumsi steroid yang lebih rendah, dan pengurangan gejala lainnya.

Dalam beberapa laporan, beberapa bukti imunologis juga ditemukan. Lebih hati-hati diperlukan pada dugaan tentang kemanjuran obat herbal untuk pengobatan atau pencegahan infeksi virus yang mempengaruhi saluran pernapasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *