Panduan pencegahan virus corona untuk pasien diabetes / kencing manis
Tips Menghadapi Pandemi Virus Corona untuk Penderita Diabetes

Tips dan Panduan Khusus Penderita Diabetes dalam Menghadapi Virus Corona nCoV-2019

Posted on

Akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020 kita dikejutkan dengan hadirnya jenis virus corona baru yang awalnya dikenal dengan Virus Corona Wuhan, kemudian COVID-19 dan terakhir WHO sebagai Organisasi Kesehatan Dunia merilis nama baru yang dikenal dengan nCoV-2019.

Walaupun virus ini berasal dari China, sekarang sudah menyebar di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Inilah kenapa virus Corona jenis baru ini masuk dalam kategori pandemi.

Setiap hari kita mendapatkan informasi baik secara formal yaitu sumber dari pemerintah dan lembaga kesehatan terkait, maupun informal yang salah satu sumbernya bisa berasal dari media sosial.

Beberapa sumber yang cukup bisa dipercaya terkait informasi virus nCoV-2019 bisa didapatkan dari website resmi WHO. Sumber dari Centers for Disease Control and Prevention / CDC juga bisa dijadikan rujukan.

Untuk sumber lokal Indonesia, bisa merujuk ke Kemenkes sebagai pemerintah pusat / infeksiemerging dan beberapa sumber lain yang melibatkan pemerintah daerah seperti Pemprov DKI, yang beralamat di https://corona.jakarta.go.id/

Namun, apa yang harus dilakukan secara khusus jika seseorang menderita diabetes? Melissa Young Pharm. D, salah satu pakar dari Dewan Manajemen Diabates tingkat lanjut yang tersertifikasi yang juga merupakan spesialis perawatan dan pendidikan diabetes yang merupakan pendidik diabetes tersertifikasi, mendorong persiapan yang mendesak secara mandiri terkait ancaman penyebaran virus yang sedang mendunia ini.

Melissa Young menyampaikan permintaan kepada setiap orang untuk siap secara mandiri menghadapi pandemi virus Corona, namun tetap meminta bantuan jika membutuhkannya, karena mungkin ada situasi di mana seseorang dengan diabetes diminta untuk tetap tinggal di rumah dengan mengikuti pedoman yang telah ditetapkan dan di sisi lain ada situasi yang memerlukan perawatan medis.

Young mengutip laporan COVID-19 di laman American Diabetes Association dengan memberikan tips khusus untuk penderita diabetes. Secara umum, ia menghimbau untuk pasien dan penderita diabetes untuk menyiapkan stok obat dengan baik.

Dalam situasi seperti ini, obat-obatan harus siap termasuk jenis obat oral yang berfungsi untuk menjaga gula darah, insulin, dan semua persediaan terkait jarum suntik atau pena, persediaan pompa insulin, strip glukosa, lancet, penyeka alkohol, strip keton, glukagon, dan apapun yang dibutuhkan untuk mengelola kondisi diabetes yang sedang dialami.

Jika Anda menggunakan jasa asuransi untuk menangani penyakit diabetes Anda, maka diperlukan pengecekan terhadap kebijakan perusahaan asuransi tersebut terkait situasi terakhir COVID-19 berlangsung.

Apa risiko terparah yang bisa terjadi terkait infeksi virus Corona terhadap penderita diabetes yang dikelola dengan baik?

Young tidak bisa menyampaikan secara spesifik, namun data awal menyebutkan, seseorang yang telah menunjukkan kondisi kronis awal seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru, tampaknya mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit parah dengan virus ini.

Kadar glukosa darah yang sangat tinggi akan membarikan tantangan kepada sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh menjadi rentan terhadap efek infeksi yang lebih parah.

Mendapatkan pertolongan dengan tim perawatan diabetes untuk mengelola gula darah akan membantu sistem kekebalan tubuh berfungsi dengan baik dan dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Disamping itu, penting untuk memperhatikan kadar gula darah jika dalam kondisi drop. Penyakit bisa menyebabkan level gula darah menjadi melonjak dan berpotensi menyebabkan komplikasi yang lebih parah sehingga semakin melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan virus.

Melissa Young juga mendesak para penderita diabetes untuk terus menggunakan tidak sekedar obat yang ditujukan khusus untuk diabetes mereka, namun juga obat-obatan yang diresepkan yang berhubungan dengan menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah. Hal ini dikarenakan semakin kronis kondisi yang dimiliki penderita diabetes, maka risikonya juga semakin besar.

Menjaga kondisi kesehatan sangatlah penting untuk mengkondisikan diri tetap vit.

Update yang dirilis CNN saat artikel ini ditulis (16 Maret 2020), jumlah kematian sudah mencapai 6.500 orang di seluruh dunia. Sementara itu Worldometer menginformasikan adanya 170.176 kasus di hari yang sama secara global. Tentu saja jumlahnya akan berubah setiap harinya.

Young menyebutkan bahwa orang-orang dengan kondisi kronis seperti diabetes berisiko lebih tinggi untuk menjadi sakit jika mereka menunjukkan gejala.

Tips dan Panduan Khusus Penderita Diabetes terkait Virus Corona

Beberapa tips dan panduan khusus terkait rencana mitigasi menghadapi virus ini bagi penderita diabetes antara lain:

  1. Nama dan nomor telepon dokter, termasuk dokter perawatan primer dan siapa saja yang berada dalam tim perawatan diabetes Anda, seperti ahli endokrinologi atau pendidik diabetes.
  2. Buat daftar obat dan dosis aktif, termasuk suplemen dan vitamin.
  3. Siapkan kartu atau papan nama yang menyatakan sebagai pasien atau penderita diabetes. Bisa disimpan di dompet, gelang, kalung, atau tempat lainnya yang mudah diakses saat keadaan darurat.
  4. Lakukan pemisahan terhadap jenis makanan, misalkan makanan yang ramah bagi penderita diabetes dan yang tidak ramah terhadapnya.
  5. Siapkan penyeka alkohol, hand sanitizer atau pemberseih tangan ekstra, strip keton, dan glukagon.

Penting untuk mengetahui sebelum sakit bagaimana cara mengobati gejala, yang bisa meliputi demam, batuk, sesak napas, dan gejala gastrointestinal seperti diare.

Gejala-gejala tersebut bisa muncul 2-14 hari setepah paparan. CDC menyebutkan bahwa agar setiap orang yang mengalami gejala tersebut untuk mengetahui obat apa yang bisa diminum tanpa resep jika demam terjadi atau kondisi lain seperti batuk.

Menjadi sesuatu yang penting untuk mengetahui isi label pada obat-obatan yang dijual bebas karena mudah untuk menduplikasi bahan, dan beberapa obat dapat mempengaruhi gula darah.

Tylenol seperti asetaminofen diketahui mempengaruhi pembacaan beberapa monitor glukosa kontinu (CGM), seperti Dexcom G5, Medtronic, dan Guardian.

Gejala COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona mirip dengan gejala influenza. Young menyarankan untuk melakukan suntikan flu meskipun belum terpapar virus tersebut. Meskipun tidak mencegah, paling tidak akan mengurangi keparahan gejala flu dan membantu Anda tetap sehat.

Bentuk Kewaspadaan Umum yang Perlu Diketahui terkait COVID-19

Seseorang dengan diabetes atau tidak tetap sangat disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik lainnya paling tidak 20 detik sebelum makan dan setelah pulang atau keluar dari tempat umum.

Pakailah hand sanitizer atau pembersih tangan antiseptik jika tidak memungkinkan untuk mencuci tangan pada saat itu.

Siapkan masker sebagai bentuk kewaspadaan. Jika perlu, berikan kepada mereka yang membutuhkan saat Anda mengetahui ada gejala-gejala yang tampak.

Tetap ketahui perkembangan pandemik ini melalui beberapa situs atau sumber yang terpercaya, seperti WHO, CDC, dan ADA. SUmber lokal lain yang berbasis fakta di Indonesia juga bisa menjadi rujukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *